Kamis, 29 Januari 2009

20.04

Jakarta, SI

Gelombang krisis global sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya di kawasan Asia Tenggara dan semakin dekat ke Indonesia. Kantor berita Reuters mengabarkan bah­wa General Motors (GM) dan Toyota akan meng­hentikan sementara produk­si­nya di Thailand. GM sebagai produsen mobil terbesar di Dunia pun sudah kwalahan menghadapi krisis financial di USA, dimana minggu lalu GM sudah memberikan Isyarat untuk menyatakan Bangkrut.

Penghentian produksi di Thailand selama dua bulan ini rencananya akan dimulai pada bulan Desember 2008 hingga Januari 2009. Hal ini berarti tidak ada aktivitas di pabrik Rayong yang bisa menjahit 130 ribu unit kendaraan per tahun ini.

“Kami berencana menutup pabrik untuk bisa mengontrol biaya dan tetap bisa menggaji 2.000 pekerja walaupun hanya dibayar 75% per bulan selama pabrik ditutup,” ungkap salah satu juru bicara GM.

Pabrik Royang yang ditutup itu nyatanya di tahun 2007 mampu memproduksi sekitar 100.000 unit truck dan SUV, sedan dan compact car untuk pasar Thailand, Asia Tenggara dan Australia. Setidaknya pabrik ini mampu mendukung GM sebagai pemegang kunci nomor satu penjualan kendaraan dengan 9.369.524 unit di tahun 2007.

Manufaktur asal Jepang, Toyota juga berencana menghentikan sementara pabriknya di Gateway , Thailand yang mampu memproduksi 200 ribu unit per tahun. Sebanyak 340 karyawan disuguhi pensiun dini. Pastinya akan menghentikan produksi Toyota Camry, Corolla, Yaris, dan mobil lain yang diproduksi untuk pasar Thailand .

Keputusan ini diambil setelah melihat pasar Toyota yang turun 21% dibanding Oktober tahun lalu. Juru bicara Toyota menginformasikan bahwa tanda-tanda perlambatan ekonomi tidak hanya dari Thailand , namun juga pasar tujuan ekspor.

Selain itu berita yang dilangsir dari Tokyo bahwa kinerja sejumlah perusahaan otomotif besar dunia mengalami penurunan pada kuartal III tahun ini. Salah satunya adalah Toyota Motor Corp. Produsen mobil terbesar kedua dunia ini, membukukan penurunan penjualan dalam periode tiga bulan yang berakhir 30 September lalu untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir.

Penurunan ini terjadi akibat krisis finansial global yang ikut me­lemahkan permin­taan akan mobil. Sekadar cata­tan, To­yota hanya ber­hasil menjual sekitar 2,236 juta kendaraan di seluruh dunia pada kuartal III lalu. Jika dibandingkan, angka tersebut lebih rendah 4,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,336 juta.

Adanya penurunan penjualan itu diakibatkan semakin rendahnya permintaan akan mobil di AS, yang mencapai titik terendah dalam 17 tahun terakhir pada bulan lalu. Hal itu mendorong Toyota mengikuti jejak GM, Ford Motor Co dan Honda Motor Co untuk segera memangkas produksinya.

Thailand adalah tujuan manufaktur otomotif dunia berinvestasi. Tahun lalu saja 1,29 juta unit telah diproduksi yang mana 690.000 unit merupakan konsumsi ekspor. Lalu, bagaimana nasib industri otomotif Indonesia? (WTJ SI)

0 komentar:

Posting Komentar